What is class 2 Pap smear?

What is class 2 Pap smear?

Class 2 shows slight changes from normal, but no cells suspicious for cancer. Class 2 is usually divided into 2a and 2b.

What does CIN 2 stand for?

CIN 2 is sometimes called high-grade or moderate dysplasia. Also called cervical squamous intraepithelial neoplasia 2.

Can cervical dysplasia return after LEEP?

Background. In 5–20 % of patients with cervical high-grade squamous intraepithelial lesion (HSIL), a positive margin after the loop electrosurgical excision procedure (LEEP) is associated with persistence/recurrence, but the prognostic value of other clinico-pathological factors is less clear.

Does HPV always cause CIN 2?

Although virtually all cases of CIN and cervical cancer are attributable to HPV infection and the rate of HPV infection is high in younger patient populations, the infection and associated cervical intraepithelial lesions often regress spontaneously in this population [4-6].

Apa itu Pap smear?

Halo, Pap smear merupakan suatu pemeriksaan yang mengambil contoh sel-sel dari leher rahim untuk diperiksa secara patologi anatomi dengan mikroskop. Merupakan salah satu pemeriksaan penyaring kanker serviks / keganasan leher rahim yang sangat berguna.

Apa saja faktor yang mempengaruhi hasil tes pap smear?

Ada beberapa faktor yang nantinya dapat mempengaruhi hasil dari tes pap smear tersebut. Faktor – faktor yang dapat mempengaruhi hasil dari pemeriksaan pap smear yaitu perubahan sel – sel abnormal pada mulut rahim yang akhirnya dapat terjadi kanker serviks antara lain: 1. Konseling pra pap smear yang tepat.

Kapan Pemeriksaan Pap smear harus dilakukan?

Namun umumnya, dokter merekomendasikan pengulangan tes pap smear setiap 3 tahun untuk wanita usia 21-65 tahun. Bagi wanita yang sebelumnya berisiko, ternyata masih harus menjalani pemeriksaan pap smear secara rutin bahkan meskipun saat ini hanya memiliki satu pasangan.

Apa yang dimaksud dengan Pap 2 dan 3?

Pap II : ditemukan sel atipik tapi tidak ada tanda keganasan. umumnya disebabkan oleh peradangan non-spesifik. Dianjurkan diulang 6 bulan kemudian Pap III : Displasia / lesi pra kanker. Level rendah. Dibutuhkan pemeriksaan lanjutan berupa kolposkopi untuk memastikan diagnosa